Friday, February 8, 2008

Cowok atau Cewek?

Pertanyaan di atas hampir pasti selalu ditanyakan oleh orang tua yang sedang menanti kelahiran sang buah hati kepada si dokter kandungan. Tentu pertanyaan ini baru bisa ditanyakan (katanya) setelah umur si jabang bayi berusia 5 bulan.

Tepat hari ini (kalo perhitungan dokter tidak salah) 5 bulan sudah usia kandungan istriku tercinta. Saya pun yang sedang berbahagia karena telah dipercaya kembali oleh Allah untuk segera memiliki anak lagi setelah Shazma tak melewatkan kesempatan untuk bertanya ke Dr. Raditya SPOG pada saat kunjungan reguler pengecekan kandungan istriku. Jawaban dari Dr. Raditya, "Belum bisa dilihat pak, ngumpet dia". Pada saat USG, dr. Raditya memang terlihat beliau berusaha keras untuk mencari tahu kelamin adeknya Shazma ini.

Hehehe...ternyata Azzan (ini nama panggilan sayang Shazma buat adeknya) masih pengen bikin penasaran kami. Berarti kesempatan mencari tahu kelamin Azzan baru bulan depan dong. Kenapa saya ingin segera tahu jenis kelamin adeknya Shazma ini? Jujur saja saya inginnya adeknya Shazma ini laki-laki. Karena tentu biar lengkap nih...anak pertama saya Shazma kan cewek jadi tentu pengennya anak kedua ini cowok dong. Alasan kedua, kalo dia cowok insya Allah bisa meneruskan klan/nama keluarga "Muzadi" ke anak2nya nanti. Muzadi juga ada di nama belakang Shazma, tapi kalo nanti Shazma nikah dan punya anak, tentu dia tidak bisa sembarangan nitip nama Muzadi sebagai nama keluarga (tergantung suaminya kan).

Cukup banyak usaha yang kami lakukan demi mendapatkan anak laki-laki, diantaranya:
1. Bikin tabel Excel yang berisi periode kapan kemungkinan punya anak cowok, referensinya saya ambil dari sini.
Website ini merujuk dari dokumen tua dari Peking yang berisi prediksi jenis kelamin si jabang bayi. Mereka mengklaim tingkat keakuratannya sampai 90%. Pada website ini, untuk melihat jenis kelamin si jabang bayi, kita cukup memasukkan tanggal/bulan/tahun kelahiran si ibu dan tanggal/bulan/tahun pembuahan terjadi.


2. Googling dan browsing. Dari hasil browsing ini beberapa yang kami terapkan seperti: saya harus banyak makan daging, deep penetration (hehehe apa sih nih...googling aja ya).

3. Dan yang terpenting, mengetahui masa subur istri saya. Untuk yang satu ini saya cari referensi di Internet. Salah satunya yang saya pergunakan software Femta di PC dan sofware WomenDay di Palm.

Hasilnya, istri saya positif hamil pada bulan Oktober 2007. Menurut perhitungan dari tabel Excel yang saya susun (lihat usaha 1), kemungkinan besar jenis kelamin jabang bayi ini laki-laki.

Oya...pada saat check-up bulan ini, dr. Raditya pun sempat berkata, "Sepertinya bukan cewek pak". Sebenarnya apapun jawaban dari dokter ini tidak akan kami telan bulat2 karena bagaimanapun dokter juga manusia-bisa salah juga.

Semua usaha yang kami lakukan di atas tentu semata-mata sekadar usaha kami sebagai manusia. Semua kami kembalikan ke yang Di Atas. Manusia boleh berusaha, Allah jua lah yang menentukan. Apapun jenis kelamin adeknya Shazma ini nanti, saya pasti tetap menerima dan menyayanginya dengan ikhlas. Tak pernah terlontar doa dari mulut saya menginginkan anak kedua saya ini laki-laki. Hanya satu doa saya kepada Allah, berikanlah dia tubuh yang sehat dan sempurna. Amin.

Sedikit catatan:
1. Selama istri saya hamil, saya meng-install program HeyBaby di Palm Treo 650. Program ini cukup bagus, kita bisa memantau dan mencatat perkembangan si jabang bayi hari per hari. Pada program ini kita juga akan mendapat beberapa info dan saran tentang kehamilan si ibu.
2. Pada bulan ke-5/minggu ke-20 ini, berat dan panjang Azzan kira2 350 gram dan 22,5 cm.

1 comment:

Keluargaku said...

Ok deh, saya doakan semoga terkabul cita-citanya dapat momongan yang sehat dan juga 'laki-laki'.
Salam saja untuk keluarga.....
-dsw-