Tuesday, February 12, 2008

Thinkpad Fan Boy

Sejak mampu beli notebook sendiri cuma ada satu merek yang "nempel" di hati, Thinkpad keluarannya IBM/Lenovo. Kenapa Thinkpad? Padahal merek notebook yang satu ini terkenal mahal harganya. Sampe2 ada yg bikin kepanjangannya "Ini Barang Mahal".

Alasan saya memilih Thinkpad karena keren euy...warnanya itu lho hitam pekat dan modelnya kaku. Bukan...bukan itu alasan utamanya. Tentu saya pilih Thinkpad karena kualitasnya. Masalah utama dari kebanyakan notebook adalah engselnya gampang rusak dan keyboardnya gak enak buat ngetik. Nah...di Thinkpad masalah itu gak pernah muncul. Saya pernah punya Thinkpad seri T20 umurnya kira2 udah 5 tahun tapi engselnya masih tetep kaku. Dan untuk keyboard...Thinkpad ini rajanya. Buat yang belum pernah pake Thinkpad...coba dulu deh keyboardnya, dijamin gak mau ngelirik notebook lain. Memang dari sisi harga, Thinkpad sedikit lebih mahal dari merek2 lain. Tapi semua terbayar kok dengan kualitasnya yang andal. Udah ah, kok saya kayak salesnya IBM :).

Saya pernah pake seri Thinkpad mulai 570E, 600E, T20, T21, R31, dan yang terakhir T23. Semua Thinkpad seri diatas menggunakan prosesor Intel Pentium II dan Pentium III. Kok masih pake yang Pentium III?Karena baru mampunya beli Thinkpad dengan prosesor ini :). Pengen banget beli yang minimal prosesornya Pentium M atau yang berbasis Centrino. Akhir Januari kemarin, keinginan saya ini terkabul berkat keluarnya dana dari menteri keuanganku tercinta (makasih ya Bun).

Setelah hunting dan browsing kemana2...dapat juga Thinkpad yg saya inginkan, Thinkpad X31. Sekilas speknya: pake Pentium M 1,6 GHz, RAM 512 MB, HDD 40 GB dan layar 12" inci. Sengaja kali ini saya memilih notebook dengan layar kecil, 12 inci dengan pertimbangan bobotnya yang lebih ringan dibanding yang berlayar 14 inci. Bedanya sekitarnya 500 gram. Saya berencana membawa notebook ini setiap hari ke kantor yang lebih sering saya tempuh dengan sepeda. Ya, saya ikut latah juga ber-B2W. Dengan beda 500 gram ini, tentu sangat mengurangi beban di punggung saya pada saat bersepeda.

Oya saya dapat notebook bekas ini dari milis gadtorade dengan harga yang cukup miring dan kualitas yang masih OK.

Pengen tahu lebih jauh tentang Thinkpad:
1. ThinkWiki
2. Thinkpad Forum
3. Wikipedia
4. Forum CHIP

Friday, February 8, 2008

Cowok atau Cewek?

Pertanyaan di atas hampir pasti selalu ditanyakan oleh orang tua yang sedang menanti kelahiran sang buah hati kepada si dokter kandungan. Tentu pertanyaan ini baru bisa ditanyakan (katanya) setelah umur si jabang bayi berusia 5 bulan.

Tepat hari ini (kalo perhitungan dokter tidak salah) 5 bulan sudah usia kandungan istriku tercinta. Saya pun yang sedang berbahagia karena telah dipercaya kembali oleh Allah untuk segera memiliki anak lagi setelah Shazma tak melewatkan kesempatan untuk bertanya ke Dr. Raditya SPOG pada saat kunjungan reguler pengecekan kandungan istriku. Jawaban dari Dr. Raditya, "Belum bisa dilihat pak, ngumpet dia". Pada saat USG, dr. Raditya memang terlihat beliau berusaha keras untuk mencari tahu kelamin adeknya Shazma ini.

Hehehe...ternyata Azzan (ini nama panggilan sayang Shazma buat adeknya) masih pengen bikin penasaran kami. Berarti kesempatan mencari tahu kelamin Azzan baru bulan depan dong. Kenapa saya ingin segera tahu jenis kelamin adeknya Shazma ini? Jujur saja saya inginnya adeknya Shazma ini laki-laki. Karena tentu biar lengkap nih...anak pertama saya Shazma kan cewek jadi tentu pengennya anak kedua ini cowok dong. Alasan kedua, kalo dia cowok insya Allah bisa meneruskan klan/nama keluarga "Muzadi" ke anak2nya nanti. Muzadi juga ada di nama belakang Shazma, tapi kalo nanti Shazma nikah dan punya anak, tentu dia tidak bisa sembarangan nitip nama Muzadi sebagai nama keluarga (tergantung suaminya kan).

Cukup banyak usaha yang kami lakukan demi mendapatkan anak laki-laki, diantaranya:
1. Bikin tabel Excel yang berisi periode kapan kemungkinan punya anak cowok, referensinya saya ambil dari sini.
Website ini merujuk dari dokumen tua dari Peking yang berisi prediksi jenis kelamin si jabang bayi. Mereka mengklaim tingkat keakuratannya sampai 90%. Pada website ini, untuk melihat jenis kelamin si jabang bayi, kita cukup memasukkan tanggal/bulan/tahun kelahiran si ibu dan tanggal/bulan/tahun pembuahan terjadi.


2. Googling dan browsing. Dari hasil browsing ini beberapa yang kami terapkan seperti: saya harus banyak makan daging, deep penetration (hehehe apa sih nih...googling aja ya).

3. Dan yang terpenting, mengetahui masa subur istri saya. Untuk yang satu ini saya cari referensi di Internet. Salah satunya yang saya pergunakan software Femta di PC dan sofware WomenDay di Palm.

Hasilnya, istri saya positif hamil pada bulan Oktober 2007. Menurut perhitungan dari tabel Excel yang saya susun (lihat usaha 1), kemungkinan besar jenis kelamin jabang bayi ini laki-laki.

Oya...pada saat check-up bulan ini, dr. Raditya pun sempat berkata, "Sepertinya bukan cewek pak". Sebenarnya apapun jawaban dari dokter ini tidak akan kami telan bulat2 karena bagaimanapun dokter juga manusia-bisa salah juga.

Semua usaha yang kami lakukan di atas tentu semata-mata sekadar usaha kami sebagai manusia. Semua kami kembalikan ke yang Di Atas. Manusia boleh berusaha, Allah jua lah yang menentukan. Apapun jenis kelamin adeknya Shazma ini nanti, saya pasti tetap menerima dan menyayanginya dengan ikhlas. Tak pernah terlontar doa dari mulut saya menginginkan anak kedua saya ini laki-laki. Hanya satu doa saya kepada Allah, berikanlah dia tubuh yang sehat dan sempurna. Amin.

Sedikit catatan:
1. Selama istri saya hamil, saya meng-install program HeyBaby di Palm Treo 650. Program ini cukup bagus, kita bisa memantau dan mencatat perkembangan si jabang bayi hari per hari. Pada program ini kita juga akan mendapat beberapa info dan saran tentang kehamilan si ibu.
2. Pada bulan ke-5/minggu ke-20 ini, berat dan panjang Azzan kira2 350 gram dan 22,5 cm.